Cerita SINTESIS 2: Temuan Lapangan di Manggarai

Depok, 7 Juni 2025 — Dalam #CeritaSINTESIS kali ini membahas mengenai temuan lapangan yang ada di Manggarai. 

Dr. Sari Damar Ratri sebagai bagian dari tim peneliti dalam proyek SINTESIS (Studi tentang Teknologi dan Pemberdayaan dalam Intervensi Stunting) menghadirkan pemaparan yang lebih luas mengenai kompleksitas persoalan stunting di Indonesia, dengan fokus khusus pada konteks Kabupaten Manggarai. Dalam penjelasannya, ditegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan individu, melainkan persoalan multidimensional yang sangat dipengaruhi oleh faktor struktural dan politik. Kebijakan publik, tata kelola program, serta koordinasi antar lembaga memiliki peran besar dalam menentukan efektivitas intervensi yang dijalankan. Ketika struktur ini tidak berjalan optimal, maka upaya penurunan stunting cenderung tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Ketimpangan akses juga menjadi isu krusial yang terus memperparah situasi. Banyak keluarga, terutama di wilayah-wilayah tertentu, masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh makanan bergizi, akses terhadap pekerjaan yang layak, serta layanan dasar yang mendukung tumbuh kembang anak. Kondisi ini semakin diperburuk oleh praktik marginalisasi terhadap kelompok-kelompok rentan, yang seringkali terpinggirkan dari arus utama kebijakan dan layanan. Akibatnya, mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi kesehatan, layanan intervensi, maupun dukungan sosial yang seharusnya dapat membantu mencegah stunting sejak dini.

Dr. Sari Damar Ratri sebagai bagian dari tim peneliti dalam proyek SINTESIS (Studi tentang Teknologi dan Pemberdayaan dalam Intervensi Stunting) menghadirkan pemaparan yang lebih luas mengenai kompleksitas persoalan stunting di Indonesia, dengan fokus khusus pada konteks Kabupaten Manggarai. Dalam penjelasannya, ditegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan individu, melainkan persoalan multidimensional yang sangat dipengaruhi oleh faktor struktural dan politik. Kebijakan publik, tata kelola program, serta koordinasi antar lembaga memiliki peran besar dalam menentukan efektivitas intervensi yang dijalankan. Ketika struktur ini tidak berjalan optimal, maka upaya penurunan stunting cenderung tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Ketimpangan akses juga menjadi isu krusial yang terus memperparah situasi. Banyak keluarga, terutama di wilayah-wilayah tertentu, masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh makanan bergizi, akses terhadap pekerjaan yang layak, serta layanan dasar yang mendukung tumbuh kembang anak. Kondisi ini semakin diperburuk oleh praktik marginalisasi terhadap kelompok-kelompok rentan, yang seringkali terpinggirkan dari arus utama kebijakan dan layanan. Akibatnya, mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi kesehatan, layanan intervensi, maupun dukungan sosial yang seharusnya dapat membantu mencegah stunting sejak dini.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah sebenarnya telah mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi digital untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Aplikasi seperti EPPGBM dari Kementerian Kesehatan, ELSIMIL dari BKKBN, serta e-HDW yang digunakan oleh pendamping desa menjadi contoh konkret bagaimana digitalisasi dimanfaatkan untuk pencatatan data, pemantauan, hingga pendampingan masyarakat. Teknologi ini pada dasarnya memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi intervensi, sekaligus memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat akar rumput. Namun, penelitian SINTESIS justru menyoroti adanya kesenjangan antara ketersediaan teknologi dan implementasinya di lapangan. Hingga saat ini, masih minim kajian yang secara mendalam mengeksplorasi bagaimana aplikasi-aplikasi tersebut benar-benar digunakan oleh para pengguna, baik itu tenaga kesehatan, pendamping desa, maupun masyarakat. Pertanyaan penting mengenai sejauh mana manfaat yang dirasakan, bagaimana tingkat kemudahan penggunaan, serta hambatan apa saja yang dihadapi dalam praktik sehari-hari, menjadi fokus utama yang ingin dijawab oleh penelitian ini. 

Hal ini penting karena keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh keberadaannya, tetapi juga oleh konteks sosial, kapasitas pengguna, serta dukungan sistem yang mengiringinya. Dengan demikian, studi SINTESIS berupaya menjembatani pemahaman antara inovasi teknologi dan realitas sosial di lapangan, sekaligus menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam setiap intervensi.