Lokakarya dan Pelatihan Penelitian: SINTESIS Dorong Transformasi Sosial Melalui Riset Etnografi dan Advokasi Berbasis GEDSI

Depok , 6-8 Januari 2025 – Proyek SINTESIS menggelar lokakarya intensif bagi para peneliti pada Jan 06, 2025, guna memperkuat kapasitas riset dan advokasi kesehatan dengan perspektif Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI). Pelatihan ini menekankan pentingnya riset sebagai alat perubahan sosial, khususnya dalam menangani isu kesehatan masyarakat yang kompleks seperti stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI).

Dalam salah satu sesi utama, Mia Siscawati memaparkan peran metode etnografi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman hidup kelompok marginal. Etnografi dipandang bukan sekadar teknik pengumpulan data, melainkan platform bagi kelompok rentan untuk menyuarakan kebutuhan mereka di tengah hambatan sistemik seperti kemiskinan dan diskriminasi.

Salah satu contoh keberhasilan riset ini adalah karya Veena Das di India, di mana temuan etnografinya berhasil mendorong perlindungan hukum bagi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga melalui inisiatif akar rumput.

Sesi lain menyoroti pentingnya Value Clarification & Attitude Transformation (VCAT) dan riset terapan dalam advokasi. Para peserta diajak memahami bahwa data dan analisis yang kuat merupakan fondasi utama dalam mempengaruhi kebijakan strategis.

“Data menjadi bahan edukasi, penyadaran, serta legitimasi dalam melakukan pendekatan kepada warga maupun pembuat kebijakan,” sebagaimana tertuang dalam materi pelatihan tersebut. Analisis data yang komprehensif diharapkan dapat memetakan akar masalah—baik di level aturan, pelaksanaan, maupun sikap perilaku—guna mencari solusi negosiasi yang tepat.

Pelatihan ini juga mengintegrasikan metodologi feminis dan interseksionalitas untuk memastikan peneliti memiliki kepekaan terhadap keragaman identitas sosial. Dengan pendekatan ini, kelompok marginal tidak lagi diposisikan sebagai objek kajian, melainkan subjek yang memiliki ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka secara mendalam.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Proyek SINTESIS berharap para peneliti dapat menyusun strategi advokasi kesehatan digital yang feasible dan berdampak nyata bagi transformasi sosial di Indonesia.

Melanjutkan rangkaian lokakarya di The Margo Hotel, proyek SINTESIS mematangkan strategi pengumpulan data lapangan untuk menekan angka stunting di Indonesia melalui kombinasi metode kualitatif, kuantitatif, dan penegakan etika penelitian yang ketat pada Jan 07, 2025.

Dalam sesi yang dipandu oleh Aulia Dwi Nastiti, M.A., fokus utama diarahkan pada survei pengguna aplikasi penanganan stunting pemerintah seperti E-PPGBM, ELSIMIL, dan aplikasi lokal “Ayo Ceting” di Padang serta “Sayang Anak” di Semarang. Riset ini bertujuan mengukur pengalaman pengguna (user experience) nakes dan orang tua guna menilai efektivitas teknologi dalam kerja perawatan anak. Target responden mencakup total sekitar 120 orang per wilayah di Padang, Semarang, dan Manggarai.

Dr. Diana Pakasi menekankan bahwa penelitian yang tidak valid secara ilmiah dikategorikan sebagai tindakan tidak etis. SINTESIS mengadopsi prinsip utama dari Deklarasi Helsinki dan standar WHO, yang meliputi:

  • Respect for persons: Menghormati otonomi melalui informed consent tanpa tekanan.
  • Beneficence & Non-maleficence: Memaksimalkan manfaat bagi komunitas sambil meminimalkan risiko bahaya fisik, psikologis, maupun sosial.
  • Justice: Memastikan keadilan dalam akses manfaat penelitian bagi seluruh partisipan.

Selaras dengan panduan KEP FISIP UI, peneliti diwajibkan menyiapkan mekanisme rujukan (medis, psikologis, atau hukum) bagi responden yang mungkin terdampak selama proses riset. Hal ini sangat krusial mengingat penelitian ini melibatkan kelompok rentan dan isu sensitif terkait kesehatan anak.

Memasuki hari ketiga pada Jan 08, 2025, agenda difokuskan pada administrasi penelitian dan protokol PSEA (Protection from Sexual Exploitation and Abuse). Sari Damar Ratri, Ph.D., menegaskan bahwa luaran kegiatan ini tidak hanya berhenti pada jurnal akademik, tetapi juga mencakup artikel populer, film, serta advokasi kebijakan yang berdampak langsung pada penurunan stunting di tingkat nasional.

Memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir, Lokakarya dan Pelatihan Penelitian SINTESIS yang berlangsung di The Margo Hotel, Depok, pada Jan 08, 2025, resmi berakhir dengan fokus pada penguatan etika dan keberlanjutan riset. Kegiatan yang berfokus pada studi inklusivitas teknologi dalam intervensi stunting ini menutup rangkaian acaranya dengan membekali para peneliti aspek administrasi dan perlindungan keamanan di lapangan.

Sari Damar Ratri, Ph.D., dalam sesi Luaran Kegiatan, menegaskan bahwa hasil penelitian ini tidak hanya akan berakhir sebagai dokumen akademik. Target luaran SINTESIS dirancang untuk memberikan dampak sosial yang nyata melalui berbagai medium, antara lain:

  • Publikasi Akademik: Jurnal dan presentasi dalam konferensi internasional.
  • Konten Populer: Pembuatan artikel populer, film, dan talkshow untuk menjangkau masyarakat luas.
  • Advokasi Kebijakan: Rekomendasi kebijakan yang ditujukan langsung pada upaya penurunan stunting di tingkat nasional.

Selain penguatan etika, hari terakhir ini juga merangkum seluruh aspek administrasi penelitian untuk memastikan kelancaran operasional tim. Melalui pelatihan intensif selama tiga hari ini, tim SINTESIS yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan kini siap terjun ke lapangan dengan perspektif yang seragam, terutama dalam mempertajam analisis menggunakan kacamata Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).